Jumat, 26 Agustus 2022 15:18 Reporter : Merdeka Soal Kemungkinan Putri Candrawathi Ditahan, Kabareskrim: Ikuti Rekomendasi Dokter Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. ©2021 Merdeka.com/antara

Merdeka.com – Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto menegaskan pihaknya akan mengikuti rekomendasi dokter untuk penahanan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, usai diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Penyidik akan mengikuti rekomendasi dokter, bila perlu dengan dokter pembanding,” kata Komjen Agus Andrianto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/8). Seperti dilansir dari Antara.

taboola mid article { var CACHEBUSTER = new Date().getTime(); document.getElementById(“_taboola_tracker_mid”).id = “beacon_”+CACHEBUSTER; document.getElementById(“_taboola_tracker_mid_img”).src = “https://adserver.kl-youniverse.com/lg.php?bannerid=450&campaignid=202&zoneid=74&cb=”+CACHEBUSTER; }); ]]>

Kabareskrim menegaskan penyidik memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan semua aspek terkait upaya penahanan Putri Candrawathi.

2 dari 2 halaman

Mabes Polri mulai melakukan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi (PC), istri dari Irjen Polisi Ferdy Sambo, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat.

“Putri Candrawathi sudah hadir,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian Djajadi.

Ibu dari empat orang anak itu hadir di Bareskrim Polri sekitar pukul 10.30 WIB bersama sejumlah kuasa hukum yang mendampinginya.

Pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan pertama terhadap Putri Candrawathi setelah pada Jumat (19/8) lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

Putri Candrawathi menjadi tersangka kelima dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J bersama suaminya Ferdy Sambo, dan ajudan serta pembantunya, yakni Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’aruf (ART merangkap sopir).

Kelima tersangka itu dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau pidana penjara sumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun. [ded]

Baca juga:
Pengacara Keluarga Brigadir J soal Banding Ferdy Sambo: Akal-akalan Terima Pensiunan
Kubu Brigadir J Kembali Polisikan Sambo & Istri Soal Laporan Palsu, Ini Alasannya
Profil Barisan Para Jenderal Sepakat Teken Pemecatan Irjen Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat Sudah Sesuai Perkiraan
KPAI Minta Anak Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Tidak Dibully
Putri, Riwayatmu Dulu

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published.